Bearing mobil atau yang sering disebut laher roda merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kendaraan. Perannya sangat krusial karena berfungsi mengurangi gesekan, menjaga kestabilan putaran roda, serta mendukung kenyamanan dan keamanan saat mobil digunakan.
Tanpa bearing yang bekerja optimal, performa kendaraan akan menurun dan risiko kerusakan pada komponen lain menjadi lebih besar. Secara umum, bearing memang memiliki usia pakai tertentu.
Namun, dalam banyak kasus, kerusakan bearing mobil terjadi lebih cepat bukan semata-mata karena faktor usia, melainkan akibat kebiasaan penggunaan kendaraan yang kurang tepat serta minimnya perawatan.
Sayangnya, hal ini sering kali tidak disadari oleh pemilik mobil hingga muncul bunyi dengung, getaran tidak wajar, atau roda terasa berat saat dikendarai.
Penyebab Bearing Mobil Cepat Rusak dan Cara Mencegahnya
Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, penting bagi pemilik kendaraan memahami apa saja faktor yang dapat mempercepat kerusakan bearing.
Berikut ini adalah lima penyebab bearing mobil cepat rusak yang paling sering terjadi di lapangan, sekaligus menjadi perhatian utama dalam perawatan kendaraan.
1. Beban Kendaraan yang Melebihi Kapasitas
Salah satu penyebab utama bearing mobil cepat aus adalah penggunaan kendaraan dengan beban yang berlebihan. Setiap mobil dirancang dengan spesifikasi tertentu, termasuk batas maksimal beban yang dapat ditanggung oleh roda dan bearing.
Ketika mobil dipaksa mengangkut muatan melebihi kapasitas tersebut, tekanan yang diterima bearing akan meningkat secara signifikan.
Baca juga: Bearing Mobil Bunyi? Kenali Tanda, Penyebab, dan Solusinya
Bearing yang terus-menerus bekerja di luar batas kemampuannya akan mengalami keausan lebih cepat. Gesekan di dalam bearing menjadi lebih besar, suhu meningkat, dan pelumasan tidak lagi bekerja optimal.
Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya merusak bearing, tetapi juga dapat berdampak pada as roda dan sistem suspensi.
Pada kasus yang lebih parah, penggunaan mobil dengan beban berlebih secara terus-menerus berpotensi menyebabkan kerusakan struktural pada roda dan mengganggu kestabilan kendaraan.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk selalu memperhatikan kapasitas angkut mobil dan menghindari kebiasaan membawa muatan berlebihan demi menjaga keawetan bearing.
2. Air Masuk ke Dalam Bearing dan Merusak Pelumasan
Masuknya air ke dalam bearing merupakan faktor lain yang sering mempercepat kerusakan. Air dapat masuk melalui celah atau seal yang sudah tidak rapat, terutama ketika mobil sering melewati genangan air atau kondisi jalan yang tergenang.
Ketika air bercampur dengan grease di dalam bearing, kualitas pelumasan akan menurun drastis. Grease yang seharusnya melindungi komponen dari gesekan justru kehilangan fungsinya. Akibatnya, gesekan antar komponen meningkat dan menimbulkan panas berlebih di dalam bearing.
Jika kondisi ini dibiarkan, bearing akan cepat mengalami korosi, keausan, hingga akhirnya rusak total. Tidak hanya bearing yang terdampak, tetapi juga komponen roda lainnya.
Oleh sebab itu, pemilik mobil sebaiknya lebih berhati-hati saat melewati genangan air dan segera melakukan pemeriksaan apabila mobil sering digunakan dalam kondisi basah atau banjir.
3. Kebiasaan Melewati Jalan Rusak dan Berlubang
Kondisi jalan memiliki pengaruh besar terhadap usia pakai bearing mobil. Jalan yang rusak, bergelombang, atau berlubang menyebabkan distribusi beban kendaraan menjadi tidak merata.
Saat roda menghantam lubang atau permukaan jalan yang tidak rata, bearing menerima tekanan mendadak yang jauh lebih besar dibandingkan kondisi normal.
Tekanan yang tidak stabil ini membuat bearing bekerja ekstra keras. Jika mobil sering melewati jalan rusak dalam jangka waktu lama, bearing akan lebih cepat aus karena terus menerima beban kejut yang berulang.
Hal ini sangat berbeda ketika mobil melaju di jalan yang mulus, di mana tekanan kendaraan dapat terdistribusi secara merata ke seluruh roda.
Oleh karena itu, meskipun tidak selalu bisa dihindari, mengurangi kecepatan saat melewati jalan rusak dan melakukan pengecekan rutin pada sistem roda menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi bearing tetap optimal.
4. Suspensi Mobil yang Tidak Sehat atau Bermasalah
Suspensi yang tidak bekerja dengan baik juga menjadi penyebab bearing mobil cepat rusak. Ketika suspensi mengalami kerusakan atau penurunan fungsi, roda tidak mampu meredam guncangan dengan optimal. Akibatnya, beban dan tekanan yang seharusnya diserap suspensi justru langsung diteruskan ke bearing.
Selain itu, suspensi yang bermasalah sering menyebabkan permukaan ban menjadi tidak rata atau benjol. Kondisi ini membuat tekanan pada bearing menjadi tidak seimbang. Dalam jangka panjang, bearing akan mengalami keausan lebih cepat karena harus menahan beban tambahan yang tidak normal.
Untuk mencegah hal tersebut, perawatan suspensi secara berkala sangat dianjurkan. Dengan suspensi yang sehat, distribusi beban kendaraan menjadi lebih stabil dan bearing pun dapat bekerja sesuai fungsinya tanpa tekanan berlebih.
5. Penggunaan Ban dan Pelek yang Tidak Sesuai Standar
Mengganti ban dan pelek dengan ukuran atau spesifikasi yang tidak sesuai standar pabrikan sering dilakukan demi meningkatkan tampilan mobil. Namun, perubahan ini ternyata dapat berdampak besar terhadap keawetan bearing.
Ban dan pelek non-standar dapat mengubah titik tumpu serta distribusi beban pada roda. Akibatnya, bearing harus menanggung tekanan yang lebih besar dibandingkan desain awal kendaraan. Jika kondisi ini berlangsung lama, bearing akan lebih cepat aus dan berisiko mengalami kerusakan dini.
Oleh karena itu, sebelum mengganti ban atau pelek, sebaiknya pertimbangkan aspek teknis dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Tampilan yang menarik memang penting, tetapi keamanan dan keawetan komponen kendaraan tetap harus menjadi prioritas utama.
Pentingnya Perawatan Bearing Mobil Secara Menyeluruh
Dari berbagai penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kerusakan bearing mobil tidak terjadi begitu saja. Banyak faktor eksternal yang mempengaruhi usia pakai bearing, mulai dari kebiasaan berkendara, kondisi jalan, hingga pemilihan komponen pendukung seperti ban dan suspensi.
Baca juga: Beginilah Cara Mengganti Bearing Roda Depan Mobil dengan Tepat
Perawatan bearing memang tidak selalu mudah karena melibatkan banyak aspek. Namun, dengan penggunaan yang bijak dan pemeriksaan rutin, risiko kerusakan dapat diminimalkan. Bearing yang awet tidak hanya meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga membantu menghemat biaya perbaikan yang tidak perlu.
Rekomendasi Distributor Bearing dan Spare Part Terpercaya
Bagi Anda yang sedang mencari bearing, spare part, atau roller chain berkualitas, memilih distributor yang tepat merupakan langkah penting. Produk yang sesuai spesifikasi dan berkualitas tinggi akan sangat menentukan performa serta ketahanan komponen kendaraan.
Anugerah Jaya Bearing hadir sebagai distributor bearing, spare part, dan roller chain terlengkap dengan harga kompetitif di Jakarta.
Selain menyediakan produk berkualitas, Anugerah Jaya Bearing juga melayani konsultasi untuk membantu Anda memilih spare part yang paling sesuai dengan kebutuhan kendaraan atau industri Anda.
Dengan pengalaman dan pemahaman yang mendalam di bidangnya, Anugerah Jaya Bearing siap menjadi solusi terpercaya bagi kebutuhan bearing dan spare part Anda.
Kontak Anugerah Jaya Bearing:
Contact Person: Djaja Halim
No. Handphone: 0811 8118 8730 / 0813-1519-3296
Email: anugerahjayabearing@gmail.com
Percayakan kebutuhan bearing dan spare part Anda pada ahlinya. Dengan produk berkualitas dan layanan profesional, Anugerah Jaya Bearing siap mendukung performa kendaraan Anda agar tetap optimal dan tahan lama.
Contact Sales
About The Author: Anugerah Jaya Bearing
Distributor Bearing Terbaik dan Terpercaya – ASB, NTN, Koyo, FAG, Roller Chain
More posts by Anugerah Jaya Bearing