Fungsi connecting rod bearing adalah mengurangi gesekan antara batang piston atau connecting rod dan poros engkol (crankshaft), sekaligus membantu menopang beban yang timbul selama mesin bekerja. Komponen ini berperan penting dalam menjaga kelancaran putaran poros engkol dan mendukung kinerja mesin pembakaran dalam.

Pada mesin kendaraan, connecting rod atau batang piston menghubungkan piston dengan poros engkol. Gerakan piston yang naik dan turun akibat proses pembakaran diteruskan melalui connecting rod untuk menghasilkan gerakan putar pada poros engkol.

Agar mekanisme tersebut dapat bekerja dengan baik, bagian connecting rod yang terhubung dengan crankshaft menggunakan bantalan yang umumnya dikenal sebagai connecting rod bearing atau connecting rod bearing shell. Komponen ini sering juga disebut metal jalan pada mesin kendaraan.

Lantas, apa saja fungsi connecting rod bearing, bagaimana cara kerjanya, dan apa akibatnya jika komponen ini mengalami kerusakan? Simak penjelasan berikut.

Apa itu Connecting Rod Bearing?

Connecting rod bearing adalah bantalan yang dipasang pada ujung besar connecting rod atau big end, yaitu bagian batang piston yang terhubung dengan crankshaft melalui crankpin.

Pada banyak mesin pembakaran dalam, komponen ini berbentuk dua bagian setengah lingkaran yang dipasang di dalam big end connecting rod dan tutup batang piston. Permukaan bantalan membentuk bidang luncur yang memungkinkan crankshaft berputar dengan dukungan lapisan oli pelumas.

Baca juga: Kelebihan Double Row Bearing dan Fungsi Self Aligning Ball Bearing

Berbeda dari ball bearing yang menggunakan bola sebagai elemen gelinding, connecting rod bearing pada umumnya merupakan bantalan luncur atau plain bearing. Pelumasan yang tepat sangat penting karena lapisan oli membantu memisahkan permukaan bantalan dan crankshaft saat mesin beroperasi.

Oleh karena itu, kondisi oli mesin, tekanan pelumasan, kebersihan saluran oli, dan celah bantalan berpengaruh besar terhadap umur pakai connecting rod bearing.

3 Fungsi Utama Connecting Rod Bearing

Connecting rod bearing memiliki beberapa fungsi penting dalam sistem mesin. Berikut tiga fungsi utamanya.

1. Menopang Putaran Poros Engkol

Salah satu fungsi utama connecting rod bearing adalah menopang crankpin pada poros engkol agar dapat berputar dengan lancar di dalam big end connecting rod.

Ketika mesin bekerja, connecting rod menerima gaya dari piston dan meneruskannya ke poros engkol. Beban tersebut berubah secara terus-menerus mengikuti siklus kerja mesin.

Connecting rod bearing membantu mendistribusikan beban pada permukaan bantalan. Dengan dukungan pelumasan yang memadai, gesekan langsung antara permukaan crankpin dan bantalan dapat dikurangi.

Jika bantalan mengalami keausan berlebihan, celah antara crankpin dan bearing dapat berubah sehingga berpotensi menimbulkan suara ketukan, penurunan tekanan oli, atau kerusakan lanjutan pada mesin.

2. Mengurangi Gesekan antara Connecting Rod dan Crankshaft

Fungsi connecting rod bearing berikutnya adalah membantu mengurangi gesekan antara batang piston dan poros engkol.

Saat mesin hidup, crankshaft berputar dengan kecepatan tinggi, sedangkan connecting rod mengalami gerakan bolak-balik dan perubahan arah gaya. Tanpa bantalan dan pelumasan yang memadai, kontak langsung antara permukaan logam dapat menyebabkan keausan dan panas berlebih.

Oli mesin membentuk lapisan pelumas di antara permukaan bearing dan crankpin. Pada kondisi operasi yang dirancang dengan benar, lapisan ini membantu memisahkan kedua permukaan sehingga gesekan dan keausan dapat dikendalikan.

Karena itu, penggunaan oli sesuai spesifikasi pabrikan serta pemeriksaan sistem pelumasan sangat penting untuk menjaga kondisi connecting rod bearing.

3. Meneruskan dan Menahan Beban dari Piston

Connecting rod meneruskan gaya dari piston menuju crankshaft, sedangkan connecting rod bearing membantu menopang beban yang diterima pada sambungan antara connecting rod dan poros engkol.

Ketika pembakaran terjadi, tekanan gas mendorong piston dan menghasilkan gaya yang diteruskan melalui connecting rod. Gaya tersebut membebani crankpin dan bearing, kemudian berkontribusi pada pembentukan momen putar poros engkol.

Pada tahap lain dalam siklus mesin, gaya inersia dari gerakan piston dan connecting rod juga memengaruhi beban bantalan.

Connecting rod bearing harus memiliki spesifikasi material, dimensi, dan celah kerja yang sesuai agar dapat menahan kondisi pembebanan tersebut. Pemilihan bantalan yang tepat membantu mendukung keandalan mesin selama beroperasi.

Bagaimana Cara Kerja Connecting Rod Bearing?

Cara kerja connecting rod bearing berkaitan erat dengan gerakan piston, connecting rod, dan crankshaft.

Secara sederhana, prosesnya berlangsung sebagai berikut:

  1. Pembakaran di dalam silinder menghasilkan tekanan yang mendorong piston.
  2. Connecting rod meneruskan gaya piston menuju crankpin pada poros engkol.
  3. Crankshaft berputar sebagai hasil dari mekanisme gerak tersebut.
  4. Connecting rod bearing menopang crankpin dan membantu mengurangi gesekan melalui lapisan oli pelumas.
  5. Gerakan bolak-balik piston terus diubah menjadi gerakan putar crankshaft selama mesin bekerja.

Kinerja bantalan sangat bergantung pada pasokan oli yang memadai dan celah kerja sesuai spesifikasi. Jika pelumasan terganggu, lapisan oli dapat menipis atau rusak sehingga permukaan bantalan dan crankpin berisiko mengalami kontak langsung.

Gejala Connecting Rod Bearing Rusak

Connecting rod bearing yang aus atau rusak dapat memengaruhi kinerja mesin. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Muncul suara ketukan dari mesin. Bunyi ketukan yang mengikuti putaran mesin dapat menjadi indikasi adanya celah bantalan berlebihan, meskipun pemeriksaan diperlukan untuk memastikan sumbernya.
  • Tekanan oli menurun. Keausan bantalan dapat meningkatkan celah pelumasan dan berkontribusi terhadap penurunan tekanan oli.
  • Serpihan logam pada oli. Partikel logam yang tidak normal dapat mengindikasikan keausan komponen internal mesin.
  • Mesin mengalami panas berlebih. Kerusakan pelumasan dan gesekan berlebihan dapat meningkatkan panas pada bagian mesin.
  • Kerusakan crankpin. Jika bantalan terus digunakan dalam kondisi rusak, permukaan poros engkol dapat ikut tergores atau mengalami kerusakan.

Gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti connecting rod bearing menjadi penyebab tunggal. Jika muncul suara ketukan, lampu peringatan tekanan oli, atau serpihan logam dalam oli, segera hentikan penggunaan mesin dan lakukan pemeriksaan oleh mekanik.

Cara Merawat Connecting Rod Bearing

Agar connecting rod bearing memiliki umur pakai yang optimal, lakukan perawatan sesuai rekomendasi pabrikan.

  1. Gunakan oli mesin sesuai spesifikasi. Perhatikan tingkat kekentalan dan standar pelumas yang direkomendasikan.
  2. Ganti oli dan filter secara berkala. Interval penggantian perlu mengikuti jadwal perawatan dan kondisi penggunaan kendaraan.
  3. Periksa sistem pelumasan. Pastikan pompa oli, saluran pelumasan, dan komponen terkait bekerja dengan baik.
  4. Periksa celah bantalan saat overhaul. Pengukuran celah antara bearing dan crankpin harus dilakukan menggunakan metode serta toleransi yang sesuai spesifikasi mesin.
  5. Pastikan pemasangan benar. Posisi bearing shell, kebersihan dudukan, dan torsi baut connecting rod harus mengikuti prosedur pabrikan.
  6. Jangan abaikan suara mesin yang tidak normal. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan lanjutan pada crankshaft dan komponen mesin lainnya.

Connecting rod bearing merupakan komponen presisi. Karena itu, penggantian sebaiknya disertai pemeriksaan kondisi crankpin, kebersihan saluran oli, dan penyebab awal kerusakan.

Baca juga: Fungsi Pillow Block Bearing dan Perbedaan Jenis UCP, UCF, UCFL, UCFC, UCT

Dengan perawatan dan pemeriksaan sesuai spesifikasi, risiko kerusakan connecting rod bearing dapat dikurangi sehingga kinerja dan keandalan mesin lebih terjaga.

Butuh Bearing dan Spare Part Berkualitas? Hubungi Anugerah Jaya Bearing!

Memilih bearing yang tepat sangat penting untuk menjaga performa mesin dan mengurangi risiko kerusakan komponen. Jika Anda membutuhkan bearing, coupling, roller chain, atau spare part untuk kebutuhan industri, Anugerah Jaya Bearing siap membantu Anda menemukan produk yang sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan aplikasi.

Jangan ragu untuk berkonsultasi mengenai jenis, ukuran, dan spesifikasi komponen yang Anda butuhkan. Hubungi Anugerah Jaya Bearing sekarang melalui website resmi Anugerah Jaya Bearing untuk mendapatkan informasi produk dan solusi kebutuhan bearing serta spare part Anda.