Bearing mobil bunyi bukan hal yang boleh disepelekan. Komponen yang satu ini, dikenal juga sebagai bearing roda mobil, punya peran penting dalam sistem kaki-kaki kendaraan.

Tugas utamanya adalah menjaga putaran roda tetap halus dengan mengurangi gesekan antara roda dan poros as roda, sehingga mobil bisa melaju tanpa hambatan.

Seiring penggunaan, bearing roda bisa mengalami keausan. Salah satu tanda paling umum adalah munculnya suara berisik saat mobil berjalan, terutama ketika kecepatan meningkat.

Kalau kondisi ini dibiarkan terlalu lama, bukan hanya kenyamanan berkendara yang terganggu, tapi juga bisa mempengaruhi keamanan.

Supaya masalah tidak bertambah besar, penting untuk memahami apa saja penyebab bearing roda mobil mulai rusak serta bagaimana cara mengatasinya.

Kamu bisa menemukan penjelasan lengkapnya melalui artikel seputar bearing mobil berikut ini. Yuk, simak selengkapnya!

Penyebab Bearing Mobil Bunyi

Ketika bearing roda mobil mulai menimbulkan suara berisik, biasanya ada masalah yang sudah terjadi pada sistem kaki-kaki kendaraan.

Bunyi ini sering kali terdengar seperti gesekan, dengung, atau gemeretak yang muncul saat mobil berjalan. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, penting memahami apa saja penyebab bearing roda mobil bunyi berikut ini.

1. Bearing Aus Karena Pemakaian Jangka Panjang

Setiap komponen mekanis memiliki usia pakai, termasuk bearing roda mobil. Komponen ini bekerja terus-menerus saat mobil bergerak, sehingga wajar jika material bantalan di dalamnya mengalami penipisan seiring waktu.

Ketika bearing mulai aus, putarannya tidak lagi sehalus biasanya. Hal ini menyebabkan gesekan meningkat dan akhirnya menimbulkan suara dengung atau berdecit saat mobil melaju, terutama pada kecepatan tertentu.

Baca juga: Gampang Banget! Begini Cara Mengganti Bearing Roda Belakang Toyota Avanza

Jika dibiarkan terlalu lama, bearing yang aus dapat mempengaruhi stabilitas roda dan membuat perjalanan terasa kurang nyaman. Dalam beberapa kasus, keausan yang parah bisa menyebabkan roda tidak stabil dan berpotensi membahayakan pengemudi.

2. Pelumasan Minim atau Pelumas Mengering

Pelumasan adalah faktor penting yang menjaga bearing tetap bekerja optimal. Tanpa pelumas yang cukup, komponen di dalam bearing akan saling bergesekan secara langsung.

Kondisi ini tidak hanya memicu bunyi berisik, tetapi juga membuat bearing cepat overheating (panas berlebih). Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak struktur bearing dan komponen lain di sekitarnya.

Pelumasan bisa berkurang karena beberapa alasan, seperti:

  • Pelumas mengering akibat usia kendaraan
  • Pelumas bocor atau merembes
  • Proses perawatan yang jarang dilakukan

Ketika pelumasan tidak optimal, umur bearing akan berkurang drastis. Oleh sebab itu, pengecekan pelumas secara rutin menjadi bagian penting dari perawatan kaki-kaki mobil.

3. Komponen Kaki-Kaki atau Pelek Mengalami Kerusakan

Sistem kaki-kaki mobil terdiri dari berbagai komponen yang saling mempengaruhi. Suspensi, pelek, dan bearing bekerja bersama untuk memastikan roda berputar dengan stabil.

Jika pelek mengalami penyok, suspensi rusak, atau salah satu komponen kaki-kaki tidak sejajar, maka beban yang diterima bearing menjadi tidak merata.

Tekanan yang tidak seimbang ini sering menjadi penyebab bearing cepat aus dan menimbulkan suara gesekan keras saat mobil bergerak—terutama saat bermanuver atau melewati jalan tidak rata.

Kerusakan pada kaki-kaki mobil juga bisa memperparah kondisi bearing yang sebelumnya masih baik. Karena itu, pemeriksaan seluruh komponen kaki-kaki sangat dianjurkan jika kamu mulai mendengar bunyi tidak wajar dari roda.

4. Beban Berlebih pada Kendaraan

Mobil yang sering membawa muatan berlebih memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kerusakan bearing. Saat beban mobil melebihi kapasitas, tekanan pada roda dan bearing menjadi jauh lebih besar dibandingkan kondisi normal.

Akibatnya, bearing dipaksa bekerja lebih keras untuk menopang beban tambahan tersebut. Lama-kelamaan, komponen ini akan kehilangan kemampuan untuk bekerja optimal dan akhirnya menimbulkan bunyi berisik.

Selain memicu kerusakan bearing, kebiasaan membawa beban berlebih juga dapat merusak suspensi, per daun (pada mobil tertentu), hingga sistem pengereman. Untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal, selalu patuhi batas muatan yang direkomendasikan pabrikan.

Ciri-Ciri Bearing Roda Mobil Rusak Selain Bunyi Berisik

Bunyi berisik memang menjadi gejala paling umum ketika bearing roda mulai bermasalah. Namun, ada beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan agar kerusakan bisa dideteksi lebih awal. Berikut ciri-ciri bearing roda mobil rusak selain munculnya suara tidak wajar:

1. Timbul Getaran pada Roda atau Kaki-Kaki Mobil

Ketika bearing roda mulai aus, perputaran roda menjadi tidak stabil. Perubahan ini sering menimbulkan getaran pada roda maupun di area kaki-kaki mobil.

Getaran biasanya akan terasa lebih kuat ketika mobil dipacu pada kecepatan tinggi. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini bisa mempengaruhi stabilitas kendaraan jika tidak segera ditangani.

2. Rem Menjadi Kurang Responsif

Bearing yang rusak dapat memengaruhi keseimbangan roda, sehingga sistem pengereman ikut terganggu.

Ketika bearing tidak lagi bekerja dengan baik, kaliper dan rotor rem bisa menerima tekanan yang tidak merata.

Akibatnya, rem terasa kurang responsif atau membutuhkan jarak pengereman lebih panjang. Ini tentu dapat membahayakan pengemudi, terutama saat berkendara di kondisi jalan yang ramai.

3. Roda Terasa Goyang Saat Diangkat

Tanda lain yang sering muncul adalah roda terasa longgar atau goyang ketika diangkat dan digerakkan.

Hal ini menunjukkan bahwa bearing tidak lagi mengunci roda dengan kuat, sehingga ada celah pada putarannya.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa semakin parah dan menyebabkan komponen roda lainnya ikut rusak.

4. Suhu Bearing Meningkat Tidak Normal

Bearing yang aus, kering, atau kurang pelumasan dapat menyebabkan suhu di sekitar roda meningkat.

Saat sistem bekerja terlalu keras, gesekan meningkat dan bearing menjadi panas.

Kamu bisa mengetahui ini dengan menyentuh area sekitar pelek atau drum setelah berkendara—jika terasa jauh lebih panas dari biasanya, kemungkinan bearing mengalami masalah.

Solusi dan Kapan Harus Mengganti Bearing Roda Mobil

Jika bearing sudah mengeluarkan bunyi berisik dan menunjukkan beberapa gejala di atas, langkah terbaik adalah segera membawa mobil ke bengkel terpercaya untuk pemeriksaan detail.

Bearing perlu diganti jika kamu menemukan kondisi berikut:

  • Bearing menunjukkan tanda-tanda keausan atau kerusakan.
  • Suara berisik semakin keras atau muncul pada berbagai kecepatan.
  • Roda terasa tidak stabil atau bergetar saat digunakan.
  • Pelumasan tidak lagi efektif dan bearing mudah panas.
  • Mengganti bearing tepat waktu dapat mencegah kerusakan komponen kaki-kaki lainnya yang lebih mahal.
  • Gunakan Bearing Roda Berkualitas Agar Performa Tetap Optimal
  • Pemilihan bearing roda yang tepat sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan berkendara.
  • Bearing dengan kualitas bagus cenderung lebih awet, tidak cepat aus, dan mampu bekerja optimal dalam berbagai kondisi jalan.

Baca juga: Cara Mengganti Bearing Roda Belakang Datsun dengan Aman dan Mudah

Dengan melakukan perawatan rutin, pengecekan berkala, serta memilih bearing roda yang tahan lama, kamu dapat menghindari gangguan seperti suara berisik, getaran berlebih, hingga potensi masalah pada rem.

Mendeteksi kerusakan bearing memang membutuhkan ketelitian, karena gejalanya sering muncul bertahap.

Jika sudah terlihat tanda-tanda awal masalah, segera lakukan pengecekan dan lakukan penggantian dengan produk bearing terpercaya agar risiko kerusakan lebih besar dapat dicegah sejak dini.

Supplier Bearing Jakarta Terpercaya untuk Kebutuhan Industri dan Otomotif

Jika Anda sedang mencari supplier bearing Jakarta yang menyediakan produk berkualitas dan siap memenuhi kebutuhan berbagai sektor, Anugerah Jaya Bearing (AJB) adalah pilihan yang tepat.

Kami hadir sebagai distributor bearing terpercaya yang melayani pengiriman tidak hanya untuk area Jakarta, tetapi juga ke seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai penyedia bearing profesional, AJB menawarkan beragam jenis dan ukuran bearing untuk kebutuhan industri, otomotif, mesin pabrik, pertanian, konstruksi, hingga kebutuhan peralatan teknik lainnya.

Dengan pengalaman bertahun-tahun, kami memahami bahwa setiap pelanggan membutuhkan bearing dengan spesifikasi yang tepat, tahan lama, dan sesuai standar kualitas internasional.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, Anugerah Jaya Bearing menyediakan berbagai merek bearing terkenal dan banyak digunakan, seperti:

  • SKF
  • NTN
  • FAG
  • NSK
  • KOYO
  • INA
  • Serta berbagai merek populer lainnya sesuai kebutuhan Anda

Dengan pilihan brand yang lengkap, Anda bisa menyesuaikan bearing berdasarkan kualitas, anggaran, hingga spesifikasi teknis mesin atau kendaraan.

Mengapa memilih Anugerah Jaya Bearing? Sebagai supplier bearing di Jakarta, AJB memberikan berbagai keuntungan, diantaranya:

  • Produk 100% original dan bergaransi
  • Harga kompetitif untuk pembelian retail maupun grosir
  • Stok lengkap dan siap kirim
  • Pengiriman cepat ke seluruh Indonesia
  • Layanan konsultasi untuk membantu memilih bearing sesuai kebutuhan
  • Cocok untuk kebutuhan perusahaan, bengkel, hingga perorangan

Kami memahami bahwa bearing merupakan komponen vital yang harus bekerja secara presisi untuk menjaga performa mesin dan kendaraan tetap optimal.

Karena itu, AJB selalu memastikan setiap produk yang dikirim telah melalui pemeriksaan standar agar kualitasnya tetap terjaga.

Apapun keperluan bearing Anda, baik untuk perawatan mesin pabrik, kebutuhan industri skala besar. Hingga penggantian bearing mobil dan motor, AJB siap memberikan solusi terbaik.

Dengan dukungan tim profesional dan stok yang lengkap, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan cepat, responsif, dan memuaskan.