Hujan memang membuat cuaca dan suasana sekitar jadi setidaknya lebih adem dan tidak membuat mudah emosi, memang. Namun, beda cerita jika hujan yang turun berkepanjangan lalu dikombinasikan dengan Sistem resapan air yang masih kurang mumpuni. Akibatnya semua pasti sudah tahu, banjir. Jika banjir harus dihadapi setiap harinya dan kadang kala tidak bisa diduga kapan munculnya, kendaraan bermotor juga jadi terkena imbasnya Adakah tips perawatan motor yang wajib dilakukan, khususnya setelah kendaraan bermotor melibas habis banjir hampir satu minggu penuh, atau bahkan terendam banjir selama beberapa lama? Jawabannya, ada. Ini dia beberapa tips perawatan motor yang wajib di lakukan.

1. Segera Siram dengan Air Bersih
Ini adalah tips perawatan motor pertama yang harus kamu lakukan setelah motor menerjang banjir. Segera temukan air bersih, biasanya satu baskom sudah cukup, untuk menyiram beberapa bagian kendaraan bermotor yang vital. Tips satu ini tentu saja, untuk menghalau berbagai sumber kotoran yang bisa mengakibatkan beberapa bagian mesin rusak, berkarat, dan mengalami penumpukan kotoran. Sikat menggunakan air bersih yang sudah disiram tadi. Setelah disiram dan disikat ringan, segera ambil kanebo untuk mengeringkannya, terutama di bagian yang paling kuyup terkena air dari banjir.

2.  Hindari Menyalakan Mesin Motor
Apalagi sesaat setelah kendaraan bermotor kamu baru saja menerjang banjir. Menyalakannya secara langsung, alih alih bisa memanaskan mesin, malah mengakibatkan semua kotoran dari air masuk dan mengendap, Mesin pun jadi terancam lebih mudah berkarat atau bahkan mengalami keausan. Segeralah cek busi serta karburatornya. Jika busi basah, usahakan untuk mengeringkan dan menyikatnya agar motor satu langkah lebih siap dinyalakan kembali. Namun, untuk para pemilik motor matic, mungkin agak sulit menemukan busi karena biasanya terletak di balik badan motor. Setelah kering, pasang kembali secara hati-hati agar drat busi tidak rusak. Perhatikan baik-baik Bro tips perawatan motor satu ini, agar kerusakan yang lebih parah bisa dicegah di kedepannya.

3. Buka dan Cek Mesin Bagian Dalam
Ada beberapa hal yang bisa mengakibatkan tidak berhasilnya kendaraan bermotormu untuk dinyalakan. Pertama, busi motor sudah kotor dan sering tidak dibersihkan dari dulu, keseringan dibiarkan dalam keadaan basah, atau kurang kering dalam mengelapnya. Pengapian yang terjadi pun, jadi lemah sehingga mesin tidak bisa nyala. Khusus untuk motor jenis matic, bisa segera cek bak CVT, kemudian bersihkan, dan pastikan terbebas dari rembesan air. Bagian mesin selanjutnya yang wajib dicek, adalah bak engkol, bak kopling, blok silinder, kepala silinder, dan karburator. Khusus untuk yang terakhir, jika tidak diberikan perhatian ekstra, bisa menyebabkan mesin memiliki tarikan yang kurang sip atau bahkan bisa mati mendadak. Jika beberapa bagian harus direndam, pilihlah cairan yang memang menetralisir keasaman agar mesinmu tidak cepat berkarat. Tips perawatan morot selanjutnya adalah, pantau juga filter udara, jika ternyata terlanjur dalam keadaan basah bisa diganti atau dikeringkan saja sesuai dengan tipe filter udara motormu.

4. Cek Keadaan Oli
Saat kendaraan bermotor sempat terendam banjir dalam beberapa saat, ada kemungkinan oli tercampur dengan air banjir. Meskipun sebenarnya masih bisa dinyalakan, ada kemungkinan pasti lajunya tidak terlalu maksimal seperti semestinya. Coba dilihat warna olinya. Jika terlihat seperti memasuki warna cokelat keabu-abuan, itu tandanya oli tercampur dengan air. Jika sudah seperti itu, flushing adalah tips perawatan motor yang dianjurkan untuk dilakukan, daripada jeroan mesin jadi makin rusak jika dipaksakan jalan. Flushing sendiri mengacu kepada menguras oli. Tips perawatan motor ini akan membutuhkan oli dalam jumlah yang agak banyak. Tapi, ikhlaskan saja, Bro karena lebih baik mengganti oli daripada mesin yang pastinya jauh lebih banyak membutuhkan biaya. Betul?

5. Jangan Lupakan Rem dan Knalpot
Kedua komponen ini sama pentingnya untuk diperhatikan. Saat banjir yang melanda juga merendam bagian knalpot, air banjir pun tidak terhindarkan pasti akan masuk. Air yang masuk ke dalam knalpot ditakutkan akan masuk ke ruang pembakaran dan mengganggu jalannya mesin, karena knalpot yang kemasukan air tidak dapat membuang gas sisa pembakaran mesin. Sedangkan untuk rem, perlu di cek kampasnya. Mengingat kampas rem terbuat dari asbes, jika terkena air, bisa menggembung dan setelah kering pun akan mengeras. Sedangkan untuk rem jenis cakram, cuma perlu membersihkan kotoran ataupun noda-noda sisa dari air banjir yang tak sengaja mampir, di pinggiran cakram.

Kami anugerah jaya bearing distributor Coupling, Bearing, Spare Part, Roller Chain terlengkap dan termurah di jakarta. anda bisa bertanya sekaligus berkonsultasi tentang Coupling, Bearing, Spare Part, Roller Chain yang hendak anda gunakan.  Jadi tunggu apa lagi ? jika anda membutuhkan berbagai jenis Coupling, Bearing, Spare Part, Roller Chain berkualitas maka anugerah jaya bearing merupakan pilihan yang tepat untuk anda, tidak perlu ragu dan khawatir. Lakukan pemesanan sekarang juga melalui jalur telepon atau email yang telah tersedia, semua kebutuhan anda mengenai Coupling, Bearing, Spare Part, Roller Chain.

Namun jika anda masih ragu dalam memilih serta membeli Spare Part anda bisa bertanya sekaligus berkonsultasi mengenai Spare Part yang anda butuhkan silahkan langsung menghubungi Anugerah Jaya Bearing sekarang juga di:

  • Contact Person: Djaja Halim
  • No Handphone: 0818 0661 5757, 0812 1001 3737
  • PIN BB: 292DBD2A
  • E-mail: [email protected]