Salah satu komponen kendaraan bermotor yang tidak boleh luput perhatian dari pemilik yaitu bearing atau laher pada roda. Apabila komponen tersebut diabaikan, maka besi bulat berukuran kecil tersebut tidak akan berfungsi maksimal, dan yang akan terjadi putaran roda akan berat sebab gaya geseknya terhambat.

Bearing adalah salah satu komponen kendaraan yang berfungsi untuk menghubungkan antara dua bagian komponen dalam gerakan linear ataupun perputaran, sehingga kedua komponen tersebut akan bergerak dengan gaya gesek maksimal.

Pada dasarnya fungsi bearing ini yaitu untuk menjaga supaya poros ban atau as roda tidak langsung bergesekan dengan roda. Komponen ini didesain minim friksi, sehingga sewaktu roda berputar dapat terjaga stabil.

Untuk bearing yang salah satu sisinya terbuka sebaiknya diberi pelumas agar awet serta tidak mudah rusak. Terlebih apabila sedang musim hujan, pelumas tersebut berfungsi untuk mencegah rembesan air hujan supaya tidak masuk ke celah-celah pelor yang mana bisa menyebabkan karat.

Selain itu, supaya bearing awet maka jangan menghantam jalanan rusak ataupun berlubang. Ada atau tidaknya kerusakan bearing pada kendaraan kita bisa diketahui dengan mudah yaitu biasanya pergerakan motor terasa tidak stabil dikarenakan pelor-pelor yang ada di dalamnya sudah longgar dan tidak lagi presisi.

Agar lebih meyakinkan lagi, cobalah cek roda kendaraan dengan cara digoyangkan ke kiri dan kanan. Jika roda terasa goyang, maka tandanya bearing tersebut sudah rusak, bearing ini tidak dapat diperbaiki dan apabila mengalami kerusakan maka mesti segara diganti.

Dikarenakan fungsinya yang sangat krusial, bearing ini memerlukan perawatan yang baik. Salah satu bentuk perawatan bearing yaitu lubrikasi atau pelumasan. Berikut ini fungsi dari pelumasan pada bearing.

  • Membentuk lapisan film lubrikasi di antara dua bidang kontak, sehingga bisa membantu menahan beban kerja dan juga mencegah keausan serta kerusakan prematur.
  • Menghindari suara bising.
  • Menyerap panas yang timbul.
  • Mencegah kontaminasi kotoran-kotoran yang berasal dari luar.
  • Sebagai sistem sealing tambahan.
  • Mencegah korosi pada bearing.

Secara umum, terdapat tiga jenis pelumasan pada bearing yaitu memakai grease, memakai oli dan tipe kering. Pemilihan jenis pelumas tergantung kondisi operasional bearing, ukuran dan jenis bearing, kebutuhan sirkulasi pelumasannya, dan konstruksi penggunaan bearing.

1.Pelumasan grease 

Grease dipakai pada benda yang hanya memerlukan sedikit lubrikasi. Kelebihan grease dari pelumas oli ini mampu mencegah masuknya kotoran ke dalam bearing. Sedangkan untuk kekurangannya yaitu gesekan pada bearing sangat tinggi.

2.Pelumasan bearing

dengan menggunakan oli, dibutuhkan pada benda dengan beban kerja tinggi. Pelumasan oli ini berfungsi untuk menyerap panas akibat beban kerja yang tinggi.

3.Pelumasan Kering

Pelumasan kering ini tidak melibatkan pelumasan berbahan cair seperti grease dan oli. Pelumasan kering menggunakan material berbahan padat yang dipasang langsung pada permukaan gesekan.

Bagi Anda yang ingin bertanya sekaligus membeli bearing sebaiknya kunjungi anugerahjayabearing.com tempat jual bearing terlengkap. Tersedia harga bearing dengan pilihan jenis dan merek berkualitas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. silahkan langsung menghubungi Anugerah Jaya Bearing sekarang juga di:

  • Contact Person: Djaja Halim
  • No Handphone: 0818 0661 5757, 0812 1001 3737
  • PIN BB: 292DBD2A
  • E-mail: [email protected]